Penilaian Self Eficacy dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Psikologi Berdasarkan Perbedaan Gender
DOI:
https://doi.org/10.65585/jt.v4i1.183Keywords:
self-efficacy, gender, psikologiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah psikologi antara mahasiswa perempuan dan laki-laki pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 3 di STAI PUI Majalengka. Self-efficacy sebagai keyakinan diri individu dalam menyelesaikan tugas, serta kemampuan pemecahan masalah psikologis sebagai bentuk adaptasi kognitif-afektif terhadap situasi sulit, menjadi dua aspek penting dalam konteks pendidikan tinggi. Berdasarkan teori Bandura, keyakinan diri dipengaruhi oleh pengalaman keberhasilan, persuasi sosial, kondisi fisiologis, serta modeling. Sementara teori pemecahan masalah psikologi merujuk pada pendekatan kognitif Dewey, Bransford & Stein, dan Gagne. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik analisis independent sample t-test. Sampel terdiri atas mahasiswa laki-laki dan perempuan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa perempuan dan laki-laki dalam self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah psikologi. Perempuan cenderung menunjukkan pola pemecahan masalah yang lebih emosional-reflektif, sedangkan laki-laki menunjukkan pola analitis-praktis. Temuan ini sejalan dengan beberapa hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan kecenderungan perbedaan gaya regulasi emosi, strategi coping, dan persepsi efikasi diri berdasarkan gender. Artikel ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan pendidikan berbasis diferensiasi psikologis gender di perguruan tinggi Islam.




