Pendidikan Agama Islam dan Penguatan Moralitas dalam Aktivitas Ekonomi Digital Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.65585/jt.v4i1.185Abstract
Perkembangan ekonomi digital membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi seperti online entrepreneurship, content creation, digital marketing, dan freelancing. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan moral, termasuk manipulasi informasi, eksploitasi konsumen, ketidakjujuran dalam transaksi, serta pola konsumsi yang hedonistik. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan upaya penguatan moralitas mahasiswa dalam aktivitas ekonomi digital melalui metode kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI memiliki potensi besar dalam membangun fondasi etika digital berbasis nilai-nilai Islam seperti kejujuran (?idq), amanah, keadilan (‘adl), tanggung jawab, dan ihsan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai keagamaan mampu membentuk etika digital yang positif, meningkatkan kontrol diri, dan menurunkan potensi penyimpangan moral dalam aktivitas ekonomi online. Artikel ini menyimpulkan bahwa kurikulum PAI perlu mengintegrasikan literasi digital dan etika ekonomi digital berbasis syariah untuk menjawab tantangan moralitas ekonomi digital mahasiswa.




