Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int <table cellpadding="2"> <tbody> <tr> <td>Title</td> <td>:Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal</td> </tr> <tr> <td>Abbreviation</td> <td>: Talim</td> </tr> <tr> <td>ISSN</td> <td>: <strong>-</strong><strong> </strong>(p) |2961-855X(e)<strong><br /></strong></td> </tr> <tr> <td>Ed. in Chief</td> <td>: Devi Ganjar Musthofa M.Pd.</td> </tr> <tr> <td>Index</td> <td>: Google Scholar, Crossref</td> </tr> <tr> <td>Publisher</td> <td>: Department of Islamic Education, STAI PUI Majalengka</td> </tr> <tr> <td>Frequency</td> <td>: Twice a Year: March &amp; September</td> </tr> <tr> <td>Language</td> <td>: Indonesian, Arabic &amp; English</td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal</strong> is a journal published by STAI PUI Majalengka and managed by Department of Islamic Education (PAI). <strong>Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal</strong> publishes only original (non-plagiarized) scholarly works, including literature studies and field research related to Islamic education.</p> Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka en-US Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2961-855X Penilaian Self Eficacy dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Psikologi Berdasarkan Perbedaan Gender https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int/article/view/183 <p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah psikologi antara mahasiswa perempuan dan laki-laki pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 3 di STAI PUI Majalengka. Self-efficacy sebagai keyakinan diri individu dalam menyelesaikan tugas, serta kemampuan pemecahan masalah psikologis sebagai bentuk adaptasi kognitif-afektif terhadap situasi sulit, menjadi dua aspek penting dalam konteks pendidikan tinggi. Berdasarkan teori Bandura, keyakinan diri dipengaruhi oleh pengalaman keberhasilan, persuasi sosial, kondisi fisiologis, serta modeling. Sementara teori pemecahan masalah psikologi merujuk pada pendekatan kognitif Dewey, Bransford &amp; Stein, dan Gagne. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik analisis independent sample t-test. Sampel terdiri atas mahasiswa laki-laki dan perempuan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa perempuan dan laki-laki dalam self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah psikologi. Perempuan cenderung menunjukkan pola pemecahan masalah yang lebih emosional-reflektif, sedangkan laki-laki menunjukkan pola analitis-praktis. Temuan ini sejalan dengan beberapa hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan kecenderungan perbedaan gaya regulasi emosi, strategi coping, dan persepsi efikasi diri berdasarkan gender. Artikel ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan pendidikan berbasis diferensiasi psikologis gender di perguruan tinggi Islam.</em></p> <p>&nbsp;</p> Aay Farihah Hesya Copyright (c) 2026 Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2026-01-08 2026-01-08 4 1 1 14 10.65585/jt.v4i1.183 Model Pembelajaran Bahasa Arab Berorientasi Nilai-nilai Qur’ani https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int/article/view/188 <p>Pembelajaran Bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan untuk menguasai aspek linguistik, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani sebagai pedoman kehidupan. Artikel kajian literatur ini mengkaji konsep model pembelajaran Bahasa Arab yang berorientasi nilai-nilai Al-Qur'an, mencakup karakteristik, pendekatan, prinsip desain, serta implementasinya pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini mereview puluhan karya ilmiah terkait pembelajaran Bahasa Arab berbasis nilai, pendidikan karakter Qur’ani, pendekatan integratif, serta transformasi pedagogis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai Qur’ani dalam pembelajaran mampu meningkatkan motivasi, akhlak belajar, serta pemaknaan bahasa pada peserta didik. Beberapa penelitian terdahulu (Al-Hafidz, 2019; Karami, 2021; Munir, 2022) menegaskan bahwa pendekatan nilai Qur’ani memperkuat kedalaman pemahaman linguistik sekaligus membentuk karakter religius yang relevan dengan tujuan pendidikan Islam. Kajian ini merekomendasikan desain kurikulum holistik, penggunaan media kontekstual Qur’ani, dan strategi pembelajaran yang menekankan internalisasi makna.</p> Yanti Nurnianti Copyright (c) 2026 Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2026-01-08 2026-01-08 4 1 39 47 10.65585/jt.v4i1.188 Konsep Tarbiyah dalam Pendidikan Islam Klasik dan Implikasinya terhadap Kurikulum PAI Kontemporer https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int/article/view/184 <p>Artikel ini membahas konsep <em>tarbiyah</em> dalam tradisi pendidikan Islam klasik dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (library research) dengan menelaah karya-karya klasik para ulama seperti Ibn Sahnun, al-Ghazali, Ibn Jama’ah, Ibn Khaldun, serta literatur modern yang menafsirkan ulang konsep <em>tarbiyah</em> dalam konteks pendidikan masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa <em>tarbiyah</em> dalam pendidikan Islam klasik tidak hanya bermakna pengajaran (<em>ta’lim</em>), tetapi mencakup penumbuhan akhlak, pembinaan karakter, pengembangan spiritual, serta penyiapan peserta didik untuk menjadi manusia yang berperan sosial. Dalam konteks kurikulum PAI kontemporer, konsep <em>tarbiyah</em> memiliki implikasi kuat terhadap orientasi kompetensi spiritual, moral, sosial, dan intelektual, sejalan dengan pendekatan Merdeka Belajar dan Pendidikan Karakter. Artikel ini juga mengkaji penelitian-penelitian terdahulu yang mengangkat <em>tarbiyah</em> sebagai basis pengembangan model pendidikan Islam modern. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai tarbiyah klasik perlu dilakukan untuk membangun kurikulum PAI yang lebih holistik, humanistik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat global.</p> Aop Ropiki Iskandar Copyright (c) 2026 Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2026-01-08 2026-01-08 4 1 15 22 10.65585/jt.v4i1.184 Pendidikan Agama Islam dan Penguatan Moralitas dalam Aktivitas Ekonomi Digital Mahasiswa https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int/article/view/185 <p><em>Perkembangan ekonomi digital membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi seperti online entrepreneurship, content creation, digital marketing, dan freelancing. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan moral, termasuk manipulasi informasi, eksploitasi konsumen, ketidakjujuran dalam transaksi, serta pola konsumsi yang hedonistik. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan upaya penguatan moralitas mahasiswa dalam aktivitas ekonomi digital melalui metode kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI memiliki potensi besar dalam membangun fondasi etika digital berbasis nilai-nilai Islam seperti kejujuran (?idq), amanah, keadilan (‘adl), tanggung jawab, dan ihsan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai keagamaan mampu membentuk etika digital yang positif, meningkatkan kontrol diri, dan menurunkan potensi penyimpangan moral dalam aktivitas ekonomi online. Artikel ini menyimpulkan bahwa kurikulum PAI perlu mengintegrasikan literasi digital dan etika ekonomi digital berbasis syariah untuk menjawab tantangan moralitas ekonomi digital mahasiswa.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Devi Ganjar Mustopa Copyright (c) 2026 Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2026-01-08 2026-01-08 4 1 23 31 10.65585/jt.v4i1.185 Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar https://jurnal.staipuimajalengka.ac.id/index.php/int/article/view/186 <p>Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pola penyusunan bahan ajar. Peserta didik abad ke-21 menunjukkan preferensi lebih tinggi terhadap media pembelajaran yang interaktif, visual, dan mudah diakses, sehingga bahan ajar berbasis multimedia interaktif menjadi salah satu inovasi yang relevan dalam meningkatkan minat belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis konsep pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif serta dampaknya terhadap peningkatan minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian pada rentang 2000–2024 yang membahas multimedia, psikologi belajar, perkembangan minat belajar, dan desain instruksional.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya melalui integrasi teks, visual, audio, animasi, dan simulasi. Menurut Mayer (2009), multimedia interaktif bekerja melalui dua kanal pemrosesan informasi—visual dan auditori—yang membantu memecah beban kognitif, sehingga memudahkan pemahaman materi. Selain itu, penelitian Suryani (2018), Pradana (2020), Issa (2013), dan Moreno (2010) menunjukkan bahwa penggunaan multimedia mampu meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi intrinsik, serta minat belajar peserta didik. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa pendidik perlu mengembangkan bahan ajar digital yang bersifat interaktif, responsif, serta relevan dengan kebutuhan belajar generasi digital.</p> <p>&nbsp;</p> Eman Sulaeman Copyright (c) 2026 Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal 2026-01-08 2026-01-08 4 1 32 38 10.65585/jt.v4i1.186